Cuando Me Enamoro - Gunung Sinabung di Sumatera Utara tengah bangun dari tidur panjanganya. Sejak kemarin gunung tersebut menyemburkan lava, debu vulkanik bahkan api.
Bahkan hingga saat ini abu dan gumpalan-gumpalan masih terlihat keluar dari Gunung Sinabung. Ribuan warga dari 17 desa saat ini tengah mengungsi ke daerah Kabanjahe, mereka berkumpul di Pendopo serta rumah dinas bupati Tanah Karo.
Menurut Syaffi Tarigan, Sekretaris DPD Penyelemat Nusantara, sebuah lembaga swadaya masyarakat, yang berada di Kabanjahe, semburan api dari Sinabung ini membakar 3740 hektare hutan dan lahan pertanian.
"Pasar, rumah, jalanan semua tertutup debu putih," ujar Syafii saat dihubungi dari Jakarta. Minggu (29/8). "Gumpalan asap, abu dan lava juga masih terlihat," katanya.
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo menyemburkan asap tebal dan debu vulkanik, mulai Jumat malam. Ribuan warga mengungsi, nama pemerintah setempat mengatakan Sinabung aman
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Untungta Kaban mengatakan Gunung Sinabung kecil kemungkinan meletus. “Sejak tahun 1600, Gunung Sinabung tak pernah bereaksi lagi. Kabut itu hal biasa, seperti bara yang disiram air,” jelas dia.
Asumsi lain untuk meyakinkan para warga Gunung Sinabung tidak meletus. “Sinabung tipe B, gunung api aktif normal,” ulang Untungta.
Ternyata perkiraan Untungta meleset. Gunung Sinabung Meletus. Ribuan warga yang sempat pulang pada Sabtu malam kembali dievakuasi sejak Minggu dini hari.
Menurut Syafii, pernyataan pemerintah setempat soal status gunung membuat bingung warga. "Katanya aman, tapi ini meletus, warga pun panik dan kembali berkumpul ke pendopo di Kabanjahe, " ujarnya. "Tapi kabar terakhir, status gunung sudah berubah dari tipe B menjadi A, yang berarti status awas."
Bahkan hingga saat ini abu dan gumpalan-gumpalan masih terlihat keluar dari Gunung Sinabung. Ribuan warga dari 17 desa saat ini tengah mengungsi ke daerah Kabanjahe, mereka berkumpul di Pendopo serta rumah dinas bupati Tanah Karo.
Menurut Syaffi Tarigan, Sekretaris DPD Penyelemat Nusantara, sebuah lembaga swadaya masyarakat, yang berada di Kabanjahe, semburan api dari Sinabung ini membakar 3740 hektare hutan dan lahan pertanian.
"Pasar, rumah, jalanan semua tertutup debu putih," ujar Syafii saat dihubungi dari Jakarta. Minggu (29/8). "Gumpalan asap, abu dan lava juga masih terlihat," katanya.
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo menyemburkan asap tebal dan debu vulkanik, mulai Jumat malam. Ribuan warga mengungsi, nama pemerintah setempat mengatakan Sinabung aman
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Untungta Kaban mengatakan Gunung Sinabung kecil kemungkinan meletus. “Sejak tahun 1600, Gunung Sinabung tak pernah bereaksi lagi. Kabut itu hal biasa, seperti bara yang disiram air,” jelas dia.
Asumsi lain untuk meyakinkan para warga Gunung Sinabung tidak meletus. “Sinabung tipe B, gunung api aktif normal,” ulang Untungta.
Ternyata perkiraan Untungta meleset. Gunung Sinabung Meletus. Ribuan warga yang sempat pulang pada Sabtu malam kembali dievakuasi sejak Minggu dini hari.
Menurut Syafii, pernyataan pemerintah setempat soal status gunung membuat bingung warga. "Katanya aman, tapi ini meletus, warga pun panik dan kembali berkumpul ke pendopo di Kabanjahe, " ujarnya. "Tapi kabar terakhir, status gunung sudah berubah dari tipe B menjadi A, yang berarti status awas."